Aduuh, baru sekarang aku bener-bener terjun ke dunia ibu-ibu di komplek. Yah, harap maklum aku dulu tidak terlalu peduli dengan namanya arisan ibu-ibu di lingkungan rumah apalagi untuk terjun ke langsung alias jadi jadi pengurus. Kalo pun ikut hanya jadi pengembira atau pun jangan di katakan tidak mengenal tetangga.
Pernah aku ikut arisan dengan alasan menjadi "pengembira atau jangan tidak kenal tetangga", ternyata anggotanya usianya di atas 45 tahun malah ada yang 60 tahun. Pada saat itu lingkungan rumahku lingkungan bukan perkomplekkan yah lingkungan perkampungan betawi, lingkungan tersebut sudah mengenalku dari sejak aku SD. Wah, mau nggak mau "kudu" ikut.....tapi setelah menjalani menjenuhkan...tapi apa boleh buat dari pada di omongin sombong.
Nah, pada saat ini arisannya ibu-ibu di lingkungan "gado-gado" (sudah agak keren sedikit) alias perkomplekkan. Ini suasananya beda lagi, waduh banyak sekali berbagai komentar dan ingin semua bicara..Oh ya usia anggotanya sepantar dengan diriku sekitar 25 - 45 tahun...lumayan ada perubahan usia tapi yah itu semua ingin bicara. Pada saat ini, aku berkewajiban pegang uang arisan dan mengatus teknis arisan tapi yang "membantu" ngomong buannyak banget...Aku sendiri sudah pusing...yah dari pada pusing aku biarkan mereka bicara dan pada saat pembagian uang bagi yang mendapatkan ternyata banyak banget yang ngomong dan "memberitahu tahu" aduuuuh .....
Setelah semua pembagian uang beres...tinggal kepalaku pusing..Ternyata aku baru sadar kalo banyak ibu-ibu yang menolak untuk pegang uang pada acara arisan. Yah harap maklum, aku baru pertama pengalaman seperti ini.
Tapi di balik semua itu, ada hikmahnya juga sih....bisa promo produk he...he....he. Sekali lagi maklum, aku dan suami usaha kecil-kecilan bakso Malang tapi pada saat ini hanya bakso saja tanpa yang lain. Aku buat kalo ada pesanan...lumayan juga sih.."jual sebutir bakso dapat sebutir berlian" (jangan tanya harga yah...aku aja binggung kalo seperti itu) he....he....he. Pada saat ini, aku dan suami berniat untuk serius....menekuni jual menjual bakso..! Konsumen awalku sih...lingkungan ibu-ibu temen anakku di taman kanak-kanak...Alhamdulillah sambutannya lumayan....untuk tahap awal 2 kg daging dibuat bakso habis (yah sekitar 200 biji).. Mudah-mudahan ke depannya lebih bagus lagi.
Dunia ini seperti ini...pada awalnya aku sangat awam. Aku berpikir keras bagaimana cara menjualnya, kepada siapa trus bagaimana dengan anak-anak...Yah, akhirnya aku ikuti instingku saja...kira-kira dimana, siapa, bagaimana, dan harga. Nah....dengan suami lah aku godok semua...itu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar